Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2012

Manfaat Dan Khasiat Madu Untuk Kesehatan


 permathic.blogspot.com - Siapa yang tidak tahu dengan madu ? tentu anda tahu bukan ? sebuah cairan berasa sangat manis yang dihasilkan oleh lebah dari jeri payahnya mengumpulkan sari – sari bunga. Seekor hewan yang sangat menggangu karena suka menyengat ini, ternyata begitu berjasa bagi manusia. Ya walaupun sebenarnya lebah juga tidak akan menyengat jika tidak di ganggu. Oleh sebab itu kita sepatutnya berterima kasih oleh si lebah ini. Sebab, karena jeri payah dan kerja keras mereka bisa menghasilnya sesuatu yang luar biasa dan sangat bermanfaat bagi manusia, yaitu madu. 


Sudah dari sejak dahulu manusia telah memanfaatkan madu sebagai bahan konsumsi  yang memiliki banyak khasiat. Wah jadi selain rasanya yang enak, madu juga ternyata memiliki banyak khasiat loh.. mau tau ? sebelum saya jelaskan , berikut saya paparkan kandungan yang terdapat di dalam madu

Kandungan Madu Per 100 gram

Energi 1.272 kJ (304 kcal)
Karbohidrat 82.4 g
Lemak 0 g
Protein 0.3 g
Air 17.10 g
Riboflavin (Vit. B2) 0.038 mg (3%)
Niacin (Vit. B3) 0.121 mg (1%)
Pantothenic acid (B5) 0.068 mg (1%)
Vitamin B6 0.024 mg (2%)
Folate (Vit. B9) 2 µg (1%)
Vitamin C 0.5 mg (1%)
Calcium 6 mg (1%)
Iron 0.42 mg (3%)
Magnesium 2 mg (1%)
Phosphorus 4 mg (1%)
Potassium 52 mg (1%)
Sodium 4 mg (0%)
Zinc 0.22 mg (2%)

Manfaat Dan Khasiat Madu Bagi Kesehatan

1. Madu dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan kulit. 

Madu mengandung sekitar 0,22 mg vitamin C yang baik untuk kesehatan kulit. Madu dapat memberikan efek anti penuaan pada kulit. Madu juga dapat mengurangi keriput serta membuat kulit menjadi halus dan lembut. 
Madu bisa pula digunakan sebagai obat alami untuk jerawat. Banyak yang menggunakan madu sebagai bahan utama untuk membuat masker wajah karena efek anti penuaan yang dimiliki madu.

2. Manfaat Madu untuk Kerontokan rambut

Orang yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan dapat memakai campuran minyak zaitun panas, 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis sebelum mandi. Oleskan di kepala dan diamkan selama kira-kira 15 menit setelah itu baru dibasuh. Penelitian itu juga membuktikan ramuan yang didiamkan dikepala selama 5 menit pun tetap efektif.

3. Madu bermanfaat untuk meningkatkan energi
Madu dapat digunakan untuk menambah energi. Banyak atlet mengonsumsi madu untuk meningkatkan stamina tubuh mereka.
Sebagai penambah energi alami, madu dapat menurunkan berat badan. Madu menjadi sumber karbohidrat yang baik untuk membantu mendapatkan energi.
Madu juga merupakan sumber yang bagus untuk zat besi, kalium, dan kalsium yang berkhasiat menguatkan tulang dan otot.

4. Manfaat Madu untuk Infeksi kandung kemih

Campurkan 2 sendok makan bubuk kayumanis dan 1 sendok teh madu ke dalam segelas air suam-suam kuku. Setelah itu diminum. Ramuan ini membunuh kuman-kuman dalam kandung kemih

5. Madu bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat

Madu menjadi salah satu sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Antioksidan penting untuk menurunkan kadar kolesterol jahat.
Madu tidak mengandung lemak jenuh sehingga tidak menambah kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Menurut sebuah penelitian, satu sendok makan madu setiap hari dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.

6. Manfaat Madu untuk Sakit gigi

Buat campuran 1 sendok teh bubuk kayu manis dan 5 sendok teh madu.

7. Manfaat Madu untuk Kolesterol

Kadar kolesterol darah dapat diturunkan dengan 2 sendok makan madu dan 3 sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dalam 16 ounce (16 kali 28 gram kira kira 1 pon = 454 gram) air teh. Ramuan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10 persen dalam 2 jam. Madu murni yang diminum sehari-hari meringankan gangguan kolesterol.

8. Manfaat Madu untuk Pilek

Pilek ringan dan berat dapat disembuhkan dengan 1 sendok makan madu suam-suam kuku dan ¼ sendok teh bubuk kayu manis setiap hari selama 3 hari. Ramuan ini dapat menyembuhkan hampir semua batuk dan pilek kronis serta membersihkan sinus.

Semoga Informasi diatas bermanfaat bagi anda.

4 Makanan Penjaga Ketajaman Mata


kosmo.vivanews.com - Kesehatan tubuh sepertinya lebih diasumsikan dengan pencegahan serangan jantung, kolesterol, diabetes, dan segala macam gangguan serius. Namun, apakah Anda juga memperhatikan kesehatan mata? Kacamata sebagai alat bantu, bukan jawaban aman untuk masalah ini. Anda juga harus memperhatikan kualitas mata dengan asupan nutrisi yang diperlukan. Berikut beberapa pilihan makanan yang sangat bersahabat dengan mata.




- Tiram
Kandungan terbaik pada tiram, yakni seng, juga sangat dibutuhkan untuk kesehatan mata. Mineral ini akan membantu produksi melanin dalam tubuh, dan pigmen yang membantu melindungi mata dari efek bahaya sinar ultraviolet. Namun, hindari tiram mentah yang sering terkontaminasi bakteri. Jenis makanan lain yang juga mengandung seng seperti kepiting, daging sapi, ayam, dan lobster juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan mata.

- Telur
Telur, terutama bagian kuningnya kerap dikaitkan sebagai makanan yang memperburuk kolesterol. Tapi di sisi lain, kandungan luteinnya bekerja sebagai antioksidan yang melindungi mata dari katarak, dan menjamin tidak bertambahnya angka minus. Dibandingkan dengan jenis makanan yang lain, tubuh lebih mudah menyerap lutein yang berasal dari telur. Atau jika Anda tidak terlalu suka telur, alternatif lutein yang lain bisa didapatkan dari bayam, sawi, dan kangkung.

- Ikan salmon
Selain menjaga kesehatan jantung, omega-3 yang merupakan asam lemak dalam ikan dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan degenerasi macula. Maculasendiri di Amerika banyak diderita para usia lanjut dan menjadi penyebab utama kebutaan. Kekurangan asupan omega 3 juga membuat mata menjadi lebih kering.
- Susu
Khasiatnya untuk tulang tidak perlu diragukan. Ternyata susu juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin D-nya merupakan anti inflamasi untuk melindungi ketajaman pengelihatan. Tentu saja Anda harus memilih susu rendah lemak, untuk mengurangi resiko yang lainnya. 

Kamis, 21 Juni 2012

Bipolar Disorder Merubah Suasana Hati Dalam Hitungan Detik


bioenergicenternews.com - Gangguan manik-depresif atau bipolar ini ditengarai sebagai salah satu penyebab orang punya keinginan bunuh diri. Namun jika dikelola dengan baik – dengan pengobatan dan terapi yang konsisten – gangguan suasana hati yang ekstrim ini bisa dikontrol.
Kasus bunuh diri pada remaja masih saja terjadi. Bahkan ada kecenderungan meningkat. Ini terlihat dari data World Health Organization (WHO) di tahun 2001 yang menyebutkan bahwa angka bunuh diri di Indonesia sekitar 1,6 – 1,8 orang per 100.000 penduduk, sementara laporan WHO di tahun 2005 – 4 tahun kemudian -  menyebutkan ada sekitar 24 orang dari 100.000 penduduk Indonesia.  Data terakhir dari Kementerian Kesehatan RI untuk wilayah Jakarta saja, angka kematian akibat bunuh diri mencapai 160 orang per tahun.
Meskipun banyak faktor ditengarai sebagai penyebabnya – seperti kesulitan ekonomi, masalah keluarga, juga rasa putus asa – penelitian yang dilakukan oleh Dr Ghanshyam Pandey beserta timnya dari University of Illinois, Chicago,  menemukan bahwa 9 dari 17 remaja yang meninggal akibat bunuh diri memiliki sejarah gangguan mental. Dan salah satu gangguan yang bisa membawa seseorang menuju pada keputusan bunuh diri adalah bipolar disorder.
Gangguan bipolar yang sering disebut sebagai gangguan manik-depresif bisa dikenali dari gejalanya yang menunjukkan perubahan yang ekstrim dalam emosi, pikiran, serta tindakan yang berganti-ganti secara cepat dan terkadang tanpa alasan yang jelas. “Pola berpikir penderita yang semula tenang, jelas, bahkan penuh ide kreatif dapat berubah menjadi kacau, tidak jelas, dan bahkan penuh halusinasi. Emosinya juga berubah dalam hitungan detik, begitu juga perilaku penderita yang tadinya aktif, ceria, tiba-tiba dapat berubah secara cepat menjadi tertutup, sedih, bahkan sampai ingin bunuh diri,” kata Liza Marielly Djaprie, MPsi, CH, psikolog dan hipnoterapis di Sanatorium Dharmawangsa, Jakarta.
Hal ini terungkap juga dari cerita ibu Laila (bukan nama sebenarnya) yang salah seorang anaknya mengalami bipolar, “Anak saya  sering  bilang sudah tidak kuat hidup dan ingin bunuh diri hanya karena dia merasa prestasi di sekolahnya tak seperti yang diharapkan. Padahal, anak saya ini pinter banget, loh!” katanya.
Peristiwa yang hampir merenggut nyawa anaknya pun pernah terjadi, “Gara-gara masalah sepele, ia merasa tak kuat hidup, lalu melukai dirinya sendiri sampai nyaris tak tertolong,” kenang Laila.

Terbanyak karena faktor keturunan
            Penyebab utama terjadinya bipolar adalah faktor keturunan, seperti terungkap dalam buku Manic Depressive Illness yang ditulis oleh Goodwin dan Jamison. Disebutkan bahwa 2/3 penderita bipolar yang diteliti memiliki faktor genetik. “Jadi, kalau salah satu anggota dalam keluarga bipolar ada gejala-gejala bipolar, penting untuk mendapat perhatian jika ada perubahan-perubahan emosi dan perilaku yang tidak normal, baik pada diri sendiri maupun orang lain,” demikian wanti-wanti Liza.
            Dengan nada penyesalan Laila mengungkapkan bahwa di keluarganya memang ada kasus bipolar. “Sayangnya saya tidak tahu bahwa itu menurun sehingga saya tidak memerhatikan gejala-gejala bipolar yang muncul pada anak saya,” cerita Laila.
            Meski telah diketahui pentingnya faktor genetis sebagai pencetus bipolar, menurut Liza hingga saat ini belum ada cara untuk mencegah agar gangguan ini sama sekali tidak muncul pada seorang pembawa gen bipolar.
            Lagi pula, masalah genetik juga bukan satu-satunya penyebab. “Kalau orang terbiasa memandang dirinya dan hal-hal yang terjadi dalam hidupnya secara negatif, merasa dirinya tidak berguna, dan hidupnya penuh dengan masalah, meski secara genetik dirinya  “aman”, ia tetap bisa mengalami gangguan bipolar akibat kesedihan yang ia ciptakan sendiri,” Liza menerangkan.


Ketidakseimbangan neurotransmiter otak
Namun penelitian menunjukkan bahwa ternyata gangguan bipolar tak semata-mata merupakan masalah psikis. Sebuah penelitian  yang dipublikasikan di American Journal of Psychiatry  melaporkan bahwa otak para penderita bipolar memiliki 30% lebih banyak sel yang mengirimkan sinyal ke otak lain daripada otak orang yang normal. Penelitian ini kemudian mengasumsikan bahwa sel-sel pengirim sinyal yang terlalu banyak ini mungkin menyebabkan stimulasi yang terlalu berlebihan di otak, yang kemudian memunculkan gejala gangguan bipolar.
“Dari hasil pemeriksaan otak anak saya, ternyata jumlah dopaminnya jauh lebih banyak dari orang normal,” terang Delly, ibunda Dida.
Dopamin, serotonin, dan norepinefrin adalah tiga neurotransmiter otak yang bertanggung jawab pada seluruh proses di tubuh, termasuk mengatur suasana hati, emosi, cara tubuh merespons stres dan stimulasi  dari luar tubuh, menjalankan fungsi kognitif,  dan semua fungsi tubuh lainnya.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim pimpinan Jon Zubieta, MD dari University of Michigan menemukan bahwa otak orang yang mengalami gangguan bipolar memiliki sejumlah sel yang memproduksi dopamin, serotonin, dannorepinephrin dalam jumlah besar. Sel-sel ini terkonsentrasi pada bagian tertentu di otak, dan terus aktif, bahkan ketika penderita bipolar sedang beristirahat.
          Karena itulah, Liza menegaskan, terapi farmakologi pada penderita bipolar mutlak dibutuhkan, tentu dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi penderita. Secara umum, obat-obatan yang digunakan pada penderita bipolar berfungsi sebagai antidepresan untuk menstabilkan emosi dan menjaga keseimbangan neurotransmiter di otak. Dida pun merasakan efek positif dari obat ini, “Setelah mendapat medikasi dari psikiater, saya merasa dapat mengatur mood saya.”

Manajemen stres dan terapi psikologis
Salah satu cara mencegah munculnya gangguan mood pada penderita bipolar adalah dengan manajemen stres, lewat bimbingan pola berpikir yang tepat dalam menghadapi tuntutan hidup.  Hal ini juga dipelajari oleh Dida, “Sekarang ini, kalau dihadapkan pada banyak masalah, saya tidak berusaha mengatasinya sekaligus, tapi mencoba menyelesaikannya satu per satu.”
Dida juga punya cara untuk membuat hatinya lebih tenang, “Saya lebih sering mendengarkan musik atau menonton film,” cerita Dida.
             Liza pun mengiyakan, “Penderita bipolar bisa menemukan inspirasi tentang cara menjalani hidup yang lebih baik, antara lain dengan menonton film.” Meski begitu, Liza mengingatkan bahwa terapi yang cocok buat satu orang belum tentu cocok buat orang lain.
Untuk mengatasi gangguan emosi pada penderita bipolar, Liza menyebutkan beberapa terapi:
Terapi kognisi: penderita dilatih untuk mengembangkan pola berpikir yangtepat.
Terapi perilaku: melatih penderita mengendalikan perilaku impulsifnya.
Terapi psikoanalisa: mengelola konflik dan emosi yang terpendam di masa lalu.
Terapi kelompok: melatih kemampuan berinteraksi sosial.
Terapi keluarga: melatih anggota keluarga dan penderita untuk bersama menyelesaikan konflik di antara mereka, dan melatih anggota keluarga untuk menjadi kelompok suportif bagi penderita.
Sementara terapi pendukung lainnya yang boleh dipertimbangkan adalah relaksasi, meditasi, dan hipnoterapi untuk melatih fokus dan ketenangan dalam diri penderita. 


Sumber : www.nirmalamagazine.com

Selasa, 21 Februari 2012

Hal-hal yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Berolahraga

health.detik.com - Jakarta, Sebagian besar orang berolahraga untuk mendapatkan manfaatnya. Agar manfaat yang didapat maksimal, lakukan hal-hal ini setelah berolahraga.

Sebelum berolahraga seseorang disarankan untuk melakukan peregangan agar menghindari cedera dan sakit-sakit di tubuh. Begitu pula setelah beberapa olahraga ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Hal ini karena ketika seseorang berolahraga, maka ada kerusakan pada otot, fragmen kecil protein dalam sel-sel otot pecah. Karenanya ketika selesai berolahraga seseorang harus mengganti bagian otot yang hilang tersebut.

Jika otot tidak diberikan waktu yang cukup untuk pulih sepenuhnya lalu melakukan olahraga lagi, maka otot akan menjadi lebih kecil. Karenanya pemulihan setelah olahraga sangat penting untuk otot dan perbaikan jaringan, membangun kekuatan dan pengisian energi.

Merawat tubuh setelah olahraga akan berdampak baik untuk otot, seberapa baik manfaat yang didapat dan berapa banyak ketegangan pada jantung. Berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan setelah olahraga, seperti dikutip dari Lifemojo, Selasa (21/2/2012) yaitu:

1. Melakukan peregangan
Hal ini membantu otot menjadi hangat dan lebih elastis serta meningkatkan fleksibilitas dan memaksimalkan jangkauan gerak di sekitar sendi. Peregangan dilakukan di semua kelompok otot utama yang terlibat dalam olahraga.

2. Istirahat atau melakukan cool down
Tubuh memiliki kapasitas yang luar biasa untuk mengurus dirinya sendiri jika diberikan beberapa waktu. Beristirahat dan menunggu setelah olahraga memungkinkan proses perbaikan dan pemulihan terjadi.

3. Meditasi
Meditasi memiliki banyak manfaat seperti membantu mengurangi stres dan menenangkan pikiran yang membuat orang menjadi lebih rileks.

4. Mandi
Setelah istirahat beberapa saat, mandilah dengan air hangat selama 3-4 menit lalu kemudian dibilas dengan air dingin selama 1 menit. Air hangat akan mendorong pembuluh darah untuk diperluas sedangkan air dingin membuatnya kontraksi atau mengecil kembali. Kondisi ini akan mempercepat aliran darah.

5. Makan setelah olahraga
Seseorang perlu mengisi bahan bakar lagi untuk memulihkan, memperbaiki jaringan sehingga semakin kuat dan siap untuk tantangan berikutnya. Idealnya adalah makan 60 menit setelah olahraga dan mengonsumsi protein berkualitas tinggi serta karbohidrat kompleks.

6. Mengganti cairan
Minum air selama olahraga sama pentingnya dengan menjaga tetap terhidrasi setelah olahraga. Para ahli biasanya menyarankan minum 2-3 gelas dalam waktu 2 jam setelah olahraga kemudian minum secara teratur untukmencegah dehidrasi.

7. Melakukan pijatan
Pijat bisa membuat dan memperbaiki sirkulasi lebih baik sehingga jadi lebih santai. Pijat yang baik secara teratur adalah hal yang penting, meski kebanyakan dilakuakn sebulan sekali.

8. Hindari overtraining
Salah satu cara sederhana agar pemulihan lebih cepat adalah merancang olahraga yang cerdas dan rutin, karena olahraga berlebihan membuat seseorang tidak mendapatkan manfaat dan kadang terasa lebih menyiksa.


(ver/ir)

Sabtu, 11 Februari 2012

11 Tips Mencerdaskan Otak Kita


vivanews.com - Otak kita adalah sebuah superkomputer seberat 1,5 kg. Sebagai pusat kontrol yang mengendalikan hidup kita, otaklah yang menentukan bagaimana cara kita berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Otak anda jauh lebih rumit dari komputer apapun dengan 100 juta milyar sel otak yang saling berhubungan satu sama lain. Mengoptimalkan fungsi otak adalah suatu keharusan jika anda ingin mengeluarkan potensi diri kita semaksimal mungkin.
Maka dengan melatih otak kita, akan terbentuk saraf baru yang dapat melindungi terhadap gejala demensia atau kepikunan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencerdaskan otak kita.
Berikut 10 tips untuk mencerdaskan otak kita:

1. Membaca
Membaca dapat melenturkan otot-otot otak, baik bacaan ringan (seperti komik atau majalah) maupun bacaan untuk informasi, membaca dapat membantu membangun ‘cadangan kognitif’ untuk menunda timbulnya demensia.

2. Membiasakan aktif menjadi kidal (aktif tangan kiri) dan juga kanan
Lakukan tugas dengan tangan non-dominan, jika biasanya dominan tangan kanan maka gunakan tangan kiri (kidal) dan sebaliknya. Contohnya saat menggunakan mouse komputer, menyikat gigi dan mengikat sepatu dengan arah yang berlawanan, jenis latihan ini dapat memperkuat hubungan saraf yang ada dan bahkan membentuk saraf baru.

3. Belajar bahasa asing
Dengan belajar bahasa asing akan mengaktifkan bagian otak yang belum digunakan sejak Anda mulai berbicara, sebab penggunaan beberapa bahasa dapat meningkatkan suplai darah ke otak untuk menjaga kesehatan koneksi saraf.

4. Ubah rutinitas
Dengan mengubah rutinitas dan cara-cara hidup baru dapat mengaktifkan koneksi otak yang sebelumnya tidak aktif. Latihan yang bisa dilakukan misalnya, mandi dengan mata tertutup atau mengatur ulang kantor atau meja.

5. Latihan fisik
Latihan fisik juga dapat meningkatkan kesehatan otak, karena dapat meningkatkan aliran darah ke otak, latihan fisik dapat meningkatkan perhatian, penalaran dan memori.

6. Lari
Olahraga lari paling banyak mengaktifkan sel-sel di otak, Peneliti mengatakan hal itu karena sel-sel tubuh yang diaktifkan dengan olahraga akan mentransfer zat-zat molekul atau growth factors yang membuat saraf-saraf baru dan jaringan di otak sehingga membuat seseorang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

7. Hidup sosial
Otak dapat dilatih dengan menjalani kehidupan sosial Anda, misalnya dengan mengunjungi teman berinteraksi, kumpul bareng, dengan jaringan sosial dapat memberikan perlindungan terhadap gejala klinis penyakit Alzheimer.

8. Menikmati musik
Selain mendengarkan musik, belajar juga untuk memainkan instrumen musik. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengaktifkan dua indera sekaligus, seperti mendengarkan musik dan mencium bunga.

9. Bermain puzzle atau teka-teki silang
Teka-teki silang, puzzle, Sudoku dan jenis puzzle lainnya, dapat melatih otak khususnya otak kiri, menurut pusat pelatihan kognitif LearningRx. Tambahkan strategi baru untuk mengefektifkan latihan otak, misalnya memecahkan teka-teki silang dengan tema yang tidak biasa.

10. Bermain permainan strategi
Permainan strategi seperti catur, monopoli atau game komputer lainnya, akan menggunakan otak kanan yang dapat membantu orang untuk lebih berpikir kreatif.

11. Mencari hobi baru
Tantang otak untuk belajar keterampilan baru atau hal-hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Jika Anda bukan seniman, cobalah untuk belajar melukis atau memahat. Jika Anda bisa bermain piano, belajarlah memainkan gitar. Temukan sesuatu yang baru dan menarik untuk dapat menjaga otak tetap aktif.

Senin, 14 November 2011

Membungkuk

membungkuk dapat memperpendek kemampuan menghirup dan mengeluarkan nafas

Minggu, 06 November 2011

Kamis, 25 November 2010

Ubah Stres Jadi Energi Positif




Tak selamanya stres itu negatif. Pada kondisi tertentu, stres bisa menjadi sesuatu yang positif. Masalahnya, bagaimana memosisikan stres negatif menjadi positif?

Sejatinya, manusia secara alami dibekali kemampuan untuk menghadapi kondisi bahaya. Nah, stres merupakan suatu respons psikologis dan tubuh terhadap peristiwa-peristiwa yang membuat keseimbangan seseorang terganggu. Faktor yang menimbulkan tekanan mental disebut stressor, sedangkan stres adalah akibatnya.

Dalam interaksi hidup bermasyarakat, stres menjadi fenomena umum yang terjadi terus menerus dan sulit dihindari. Masalah yang muncul biasanya dianggap sebagai kondisi stres dan stres selalu diidentikkan dengan hal yang bersifat atau berdampak negatif. Bahkan, jika berkepanjangan bisa menimbulkan penderitaan dan penyakit.

Namun, Tidak selamanya stres bersifat negatif atau yang disebut distres. Stres yang muncul dapat dikelola untuk dijadikan stres positif atau eustres. Stres positif ini menjadikan seseorang lebih fokus, lebih sigap, bersemangat, dan terpacu untuk mencapai tujuan tertentu.

Meskipun tujuan tersebut sebelumnya justru merupakan masalah yang ingin dihindari. “Stres tidak selalu berarti ‘sakit’.jika dikelola dengan benar, stres malah bermanfaat untuk pengembangan diri”, ujar psikiater dari FKUI/RSCM, Dr Suryo Dharmono SpKJ(K).

Stressor dapat muncul jika seseorang mengalami kondisi tertentu (situasional). Namun, kondisi tertekan atau stres dapat dihindari jika memiliki kemampuan mengelola stressor-stressor tersebut. Kemampuan ini berhubungan dengan proses kognitif (pola pikir) seseorang terhadap masalah yang muncul. Dengan begitu, akhirnya akan dapat menentukan apakah seseorang mampu menyelesaikan atau justru menghindari masalah yang dihadapi.

“Situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan dalam kehidupan sehari-hari janganlah selalu dianggap sebagai masalah yang harus dihadapi dengan kondisi tertekan (distres) karena akan dapat menurunkan kualitas hidup. Eustres merupakan cara positif untuk “menikmati” dan menghadapi masalah yang muncul”, ungkapnya.

Proses kognitif berperan penting dalam menentukan apakah kondisi stres yang muncul akan menjadi distres atau eustres. Untuk mengubah distres menjadi eustres seseorang harus mampu melihat suatu permasalahan yang muncul dari berbagai sisi dan tidak hanya mengelola masalah melalui pola pikir yang sama. Kreatif dalam mencari sumber stressor dan dalam mencari sisi positif dari suatu masalah dapat membantu menerima keadaan yang tidak menyenangkan dan membantu mengubah hal-hal yang sebelumnya merupakan rintangan menjadi tantangan.

Pada akhirnya, setiap orang diharapkan dapat memahami cara mengelola stres agar tidak terjerumus menjadi depresi. Adapun jika sudah menjadi depresi, penanganan dilakukan lebih serius melalui terapi depresi yang tepat. “Hal ini untuk menghindari konsekuensi bila tidak mencapai kesembuhan, yaitu kendala psikososial berkepanjangan, kendala dalam pekerjaan, memperburuk prognosis, menambah beban pelayanan medik, meningkatkan risiko bunuh diri dan penyalahgunaan zat”, tandas Staf Bagian Psikiatri FKUI/RSCM, Dr Richard Budiman SpKJ(K).

(Inda Susanti)

Cari Blog Ini